Radio Mandarin Pertama di Indonesia

Saya tidak malu mengakui saya adalah pendengar setia Cakrawala 98,3 FM. Soalnya, mau dengar radio apa lagi, bila kita ingin memperlancar Mandarin, dan juga ingin mendengar lagu-lagu Mandarin setiap hari?

Tidak ada radio lain yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan saya itu. Apalagi sekarang, dalam peringatan hari raya Imlek, Cakrawala dengan rajinnya terus menyiarkan lagu-lagu mandarin Imlek. Sejak beberapa hari sebelum Imlek sampai hari ini, tiga hari setelah Imlek. Saya yakin dalam satu minggu ini masih akan terus ada lagu-lagu Guo Nian, yang memuaskan kerinduan saya akan masa kecil.

Pikir-pikir soal Cakrawala, sudah berapa tahun radio ini ada di udara Indonesia, rasanya sudah lama sekali. Sejak saya sama sekali tidak punya perhatian soal Mandarin, hingga saya menjadi seorang mandarin-enthusiast, yaitu saat ini. Dulu papa saya yang sering mendengar Cakrawala, tapi sekarang beliau pun sudah bosan dan geli sendiri dengan Cakrawala.

Saya sih baru mulai suka, karena belajar mandarin dan lagi suka lagu mandarin, karena itu belum terjangkit rasa enggan seperti yang dirasakan papa saya, dan juga saya yakin, pada banyak orang.

Pasalnya, banyak sekali kekurangan si Cakrawala ini. Yang bisa dibaca sebagai peluang sebenarnya. Sebagai radio satu-satunya yang khusus dalam bahasa Mandarin, Cakrawala mempunyai pasar yang luar biasa. Salah satunya ya yang seperti saya ini.

Seorang target audience yang tidak terpuaskan. Soalnya:
1. Kualitas siaran kurang. Kalau agak jauh dari daerah kantor Cakrawala, siarannya sudah jelek.
2. Kualitas penyiar…. hmmm… maaf ya, masih perlu banyak pelatihan. Dalam hal:
– bahasa Indonesia yang baik dan benar
– wawasan tentang informasi terbaru di Indonesia maupun di luar negeri.
3. DLL

Selain itu, pendengar yang nelpon ke Cakrawala kok semuanya orang-orang tua, apakah karena hanya orang-orang tua saja di Indonesia ini yang mengerti bahasa Mandarin? Masa iya sih??? Saya rasa hal itu harus diubah. Dan Cakrawala mungkin harus menjadi salah satu penggerak dalam hal pembelajaran dan sosialisasi bahasa Mandarin juga.

Sehingga, pendengar Cakrawala bukan hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga dari kalangan non-Tionghoa yang tertarik pada budaya dan bahasa China. Setahu saya sekarang banyak.

Sebenarnya, pangsa pasar Tionghoa ini sudah mulai dilirik oleh Pas FM yang setiap hari minggu menyiarkan siaran dan lagu-lagu bahasa Mandarin. Itu adalah langkah yang sangat bagus, dan dari kualitas yang kurang dari Cakrawala (2 point di atas) berhasil diatasi oleh Pas FM. Namun sayangnya, siaran Mandarin di Pas FM hanya pada hari Minggu. Dan database lagunya masih kalah jauh dibanding Cakrawala. Mungkin karena Cakrawala sudah bercokol lebih lama.

Iseng-iseng, saya search di Google untuk Cakrawala, nemunya komentar konsumen di Pintunet
dan beberapa situs direktori yang membuat list radio. Seperti dugaan saya, dia belum punya website sendiri.

Kalau dilihat dari iklan-iklan yang ada di Cakrawala saat ini, well, sekali lagi, peluang yang ada padanya masih sangat banyak. Perusahaan yang beriklan di Cakrawala saat ini, mostly masih perusahaan yang tidak besar, seperti restoran, toko bangunan, toko furniture, dll. Tetapi sudah mulai ada sih perusahaan besar seperti BCA (BCA Remittance yang mengusung hari ini kirim, hari ini tiba di China), Ace Hardware, dll.

Dan saya lihat juga Cakrawala mempunyai banyak acara talk show yang bekerja sama dengan perusahaan property besar terutama yang baru-baru saat ini. Dengan management dan konsep pemasaran yang bagus, saya yakin Cakrawala akan jauh-jauh lebih maju lagi.

mei days

Published on July 11, 2009 at 6:31 am  Comments Off on Radio Mandarin Pertama di Indonesia  
%d bloggers like this: